Pendiri Microsoft Meninggal, Dunia Teknologi Kenang Kisah Paul Allen

Kabar duka tengah melanda dunia teknologi. Hari ini, salah satu pendiri perusahaan raksasa Microsoft, Paul Gardner Allen, meninggal dunia pada usia 65 tahun.

Dikutip dari New York Times, Paul Allen meninggal di Seattle pada tanggal 15 Oktober 2018 waktu setempat. Adapun penyebab kematiannya adalah komplikasi kanker limfoma non-Hodgkin sebagaimana yang disampaikan pihak keluarga.

1. Bersama-sama dengan Bill Gates sejak di bangku SMA

malline

Bill Gates meraasa begitu kehilangan sosok Paul Allen. Hal yang sangat wajar, mengingat kebersamaan dua pendiri Microsoft ini bukannya hanya dalam hitungan satu-dua dekade saja.

Paul Allen sendiri bertemu Bill Gates untuk kali pertama ketika usianya baru sekitar 14 tahun. Mereka sama-sama menempuh studi di Lakeside School. Dua remaja ini lantas menjadi akrab lantaran sama-sama memiliki ketertarikan yang begitu besar pada komputer di samping memang memiliki kejeniusan yang luar biasa.

Namun, Bill Gates dan Paul Allen tidak melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi yang sama. Paul Allen berhasil mendapat  skor ujian sempurna yang membuatnya kemudian terdaftar di Washington State University, sementara Bill Gates menempuh studi di Harvard.

2. Cikal bakal pendirian Microsoft

Baik Bill Gates maupun Paul Allen sama-sama tidak menyelesaikan studi mereka di universitas. Di tahun 1973, hanya selang dua tahun setelah menempuh pendidikan, Paul Allen memutuskan untuk keluar dan bekerja sebagai programmer di Honeywell, Boston.

Di tahun 1974, Paul Allen menemukan sebuah majalah yang mengulas tentang Altair 8800, komputer pertama di dunia. Kala itu, belum ada aplikasi yang dapat digunakan di komputer Altair. Dia kemudian berbicara dan meyakinkan Bill Gates bahwa mereka dapat menciptakan program khusus yang kompatibel dengan Altair.

Singkat cerita, dua sekawan ini lantas berhasil menciptakan BASIC. Program tersebut dijual ke Micro Instrumentation and Telemetry System’s (MITS), yakni peruhaan manufaktur pembuat Altair. Keberhasilan inilah yang kemudian menjadi cikal bakal lahirnya Microsoft pada tanggal 4 April 1975.

3. Hubungan yang sempat merenggangmalline

Hubungan Paul Allen dan Bill Gates tidak selalu berjalan mulus. Isu keretakan hubungan persahabatan mereka berdua pun telah lama dikenal luas publik.

Paul Allen keluar dari Microsoft pada tahun 1983 setelah kerja kerasnya selama bertahun-tahun, termasuk terjalinnya kerja sama antara Microsoft dengan IBM. Paul Allen tidak lagi terlibat secara aktif di Microsoft lantaran mengidap kanker yang kemudian menjadi penyebab kematiannya serta adanya ketidakcocokan dengan Bill Gates.

Dalam bukunya yang berjudul Idea Man : a Memoir, Paul Allen menjelaskan adanya ketidaksepemahaman mengenai masalah pembagian saham. Mereka pun jadi semakin sering beradu argumen seiring dengan berkembangnya Microsoft.

4. Menjadi pengusaha dan filantropis

mallinePaul Allen didiagnosis mengidap kanker pada tahun 1982. Namun saat itu, dia dapat kembali pulih hanya dalam jangka waktu beberapa bulan setelah mengikuti terapi radiasi.

Setelah itu, dia pun kembali aktif berkarir. Paul Allen mencoba menjadi pengusaha, inevstor, dan filantropi. Di tahun 1986, dia mendirikan Vulcan, yakni perusahaan yang bergerak di bidang peminjaman dan investasi. Perusahaan ini juga menaungi Stratolaunch, perusahaan yang menghasilkan pesawat terbesar di dunia.

Selain mendirikan berbagai perusahaan, Paul Allen juga masih terdaftar sebagai dewan direksi Microsoft hingga November 2000. Soal jumlah kekayaan yang dimiliki, Paul Allen masih menduduki peringkat ke-21 sebagai orang terkaya di dunia hingga Senin lalu.

Paul Allen kembali dirawat karena penyakit yang dideritanya pada awal Oktober 2018. Sebagai orang yang telah berkontribusi besar dalam dunia teknologi dan sosial, kepergiannya menimbulkan dukacita yang cukup mendalam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *