Menlu RI di Forum Internasional: Menyeru Aksi Kemanusiaan dan Perdamaian di Gaza

Menlu RI di PBB

Menlu RI Retno Marsudi berada di New York untuk menghadiri pertemuan Dewan Keamanan PBB mengenai konflik Gaza-Israel. Pada pertemuan tersebut, ada usulan resolusi untuk gencatan senjata kemanusiaan, namun tidak mendapat dukungan penuh, terutama dari Amerika Serikat yang memveto resolusi tersebut. Meski begitu, pertemuan ini menyoroti kebutuhan mendesak akan gencatan senjata dan bantuan kemanusiaan di Gaza di tengah pertempuran berkelanjutan antara Israel dan Hamas​.

Sebelumnya, di forum Organisasi Kerjasama Islam (OIC) di Jeddah, Saudi Arabia, Retno Marsudi meminta OIC untuk mengerahkan segala upaya mencapai kesepakatan gencatan senjata secepat mungkin antara Israel dan Palestina. Menlu RI juga mengajak OIC untuk mengirimkan pesan kuat dan memobilisasi dukungan internasional terhadap situasi konflik yang memburuk di Gaza. Retno Marsudi mengkritik ketidakmampuan Dewan Keamanan PBB dalam menanggapi krisis kemanusiaan di Gaza dan menyerukan agar Majelis Umum PBB mengadakan sesi darurat. Selain itu, Indonesia meminta OIC untuk mendesak semua pihak terkait untuk membuka koridor kemanusiaan di Gaza, serta memastikan hukum kemanusiaan internasional dihormati. Tindakan sepihak Israel yang memblokir akses ke listrik, air, dan bahan bakar, serta menghukum warga sipil, dinilai melanggar hukum internasional. Retno Marsudi juga menekankan pentingnya proses perdamaian Israel-Palestina berkelanjutan untuk mencapai solusi dua negara sebagai satu-satunya cara untuk mengatasi akar konflik​.

Pernyataan Menlu RI menekankan kepentingan pemulihan kemanusiaan di Gaza, dan ini menjadi salah satu fokus utama dalam diskusi di tingkat internasional. Melalui berbagai forum, baik di OIC maupun di Dewan Keamanan PBB, Indonesia telah menyuarakan keprihatinan mendalam atas krisis kemanusiaan di Gaza dan menyerukan aksi konkret dari komunitas internasional untuk mengakhiri kekerasan serta mendukung perdamaian berkelanjutan.


Sumber: VOA