Koleksi Gucci Hingga Bukti Pamor Kain Tradisional Indonesia

IMEJ akan kain tradisional khas Indonesia yang kaku, jadul, dan kuno tampaknya telah menjadi cerita lama.

Pasalnya seiring dengan perkembangan industri fashion global, geliat akan penggunaan kain-kain tradisional Indonesia seperti kain batik, tenun, songket dan lainnya tidak hanya bisa dilihat di lingkup domestik namun juga sudah go-internasional alias melanglang buana ke mancanegara.

Seperti penuturan Wignyo Rahadi selaku salah satu desainer senior Tanah Air sekaligus Deputy Chairman dari Indonesian Fashion Chamber. Banyak motif dari kain-kain tradisional Indonesia, sudah nampang di panggung mancanegara melalui koleksi-koleksi yang ditampilkan oleh berbagai lini label dan rumah mode dunia.

“Kain tradisional kita sudah banyak juga dipakai oleh beberapa designer internasional, motif kainnya ya, bukan kainnya,” ujarnya saat dihubungi Okezone melalui pesan pribadi baru-baru ini.

Nah, jadi penasaran kan ingin mengetahui bagaimana kiprah kain-kain tradisional Indonesia di pentas dunia? Berikut ulasannya, seperti dirangkum Okezone dari berbagai sumber.

1. L.A.M.B by Gwen Stefani : Siapa sih yang tidak mengenal nama Gwen Stefani? mengawali karir sebagai vokalis band No Doubt, Gwen bahkan hingga kini masih eksis sebagai salah satu sosok musisi dunia kenamaan, tidak hanya itu lewat lini busana miliknya, L.A.M.B pada 2003 lalu ia juga terkenal sebagai penggiat fesyen. Wanita berambut pirang satu ini pun ternyata kepincut dengan motif kain batik loh! Di panggung runway September 2014 untuk koleksi musim Spring 2015 lalu, ia mengkombinasikan corak tribal dengan dan motif batik yang dipadukan dengan warna-warna cerah seperti bright pink, oranye, hingga mint yang membuat aura kain batik menjadi internasional.

2. Dries Van Noten : Motif batik parang, rasanya bisa dibilang menjadi salah satu motif dari kain batik yang paling familiar di kalangan masyarakat umum. Tidak hanya di Indonesia, eksistensi motif batik parang pun juga telah eksis hadir di fashion show desainer asal Belgia, Dries Van Noten untuk koleksi musim spring/summer 2010 kala itu. Waktu itu Dries Van Noten menghadirkan motif kain batik parang ini dalam bentuk outfit yang siap pakai, alias ready to wear dengan permainan warna-warna alam untuk motif batik parang yang bertemu dengan motif-motif lain yang berwarna cerah sehingga menampilkan gaya tabrak motif yang edgy.

3. Gucci : Rumah mode sekaliber Gucci pun tak mau ketinggalan jatuh cinta dengan kain tradisional Indonesia. Untuk koleksi musim semi 2010 lalu, Frida Giannini sang creative director Gucci merilis koleksi bertema Tribal yang menggunakan Ikat, kain tenun serta motif tenun khas Indonesia terutama Sumbawa yang diaplikasikan pada outfit-outfit seperti jacket berdesain garis tegas, sampai dress yang flowly.

4. Nicole Miller : Motif kain batik mega mendung yang hadir dengan desain berupa awan-awan yang sedang mendung, disebutkan memikat desainer asal Amerika Serikat, Nicole Miller hingga akhirnya ia mengeluarkan koleksi ‘Resort Collection’ dengan tema Bali di 2009 lalu. Menariknya walau tema yang diusung adalah Bali, namun motif batik mega mendung inilah yang diketahui paling banyak muncul. Untuk inspirasi mendesain, ternyata Nicole mendapatkan ilham untuk menggunakan motif kain batik mega mendung ini lantaran diberi oleh-oleh dari sang asisten, yang bepergian ke Bali kala itu. Disebutkan lebih lanjut, Nicole memadu-madankan motif kain batik mega mendung tersebut dengan motif catur Bali dalam outfit seperti kaftan, dress, tunik, sampai aksesori berupa topi.

5. Burberry : Tidak ubahnya dengan Gucci, rumah mode asal Inggris ini pun juga pernah mengeluarkan koleksi rancangan yang juga menggunakan Ikat. Burberry disebutkan menggunakan Ikat dalam koleksi musim semi di 2012 lalu, yang dipadankan dengan material bahan yang nyaman membuat koleksi Burberry terlihat sangat khas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *